Kondisi Air Permukaan DI KABUPATEN BEKASI
Kabupaten
Bekasi merupakan SWS Citarum sepanjang 2.068 km2. Sungai yang berada di
Kabupaten Bekasi adalah Kali Cikarang, Kali Ciherang, Kali Blencong, Kali
Jambe, Kali Sadang, Kali Cikedokan, Kali Ulu, Kali Cilemahabang, Kali Cibeet,
Kali Cipamingkis, Kali Siluman, kali Srengseng, kali Sepak, Kali Jaeran, dan
Kali Bekasi.
Berdasarkan
Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 68 Tahun 1997 tentang Peruntukan
Air dan Baku Mutu Air, sungai-sungai di Kabupaten Bekasi yang dimanfaatkan
untuk keperluan air baku air minum dan kegiatan pertanian adalah Sungai
Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Bekasi, dan Sungai Cikarang.
Kondisi
kualitas sungai berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air sungai yang
dilaksanakan oleh BPLH Kabupaten Bekasi tahun 2011 adalah sebagai berikut :
1. Sungai
Jambe, kondisi air dibawah baku mutu dan untuk beberapa parameter melebihi
ambang batas yaitu Do, Zn, COD, BOD
2. Sungai
Menir, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang batas
adalah Zn
3. Sungai
Jaeran, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang batas Zn
4. Sungai
Cikedokan, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang batas
adalah Nitrit dan MBAS (konsentrasi deterjen)
5. Sungai
Sadang, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang batas
adalah MBAS (konsentrasi deterjen)
6. Kali Ulu,
kondisi di bawah baku mutu dan parameter yeng melebihi ambang batas Nitrit
7. Sungai
Cilemahabang, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang
batas Zn
8. Sungai
CBL, kondisi di bawah baku mutu
9. Sungai
Cikarang, kondisi di bawah baku mutu dan parameter yang melebihi ambang batas
MBAS (konsentrasi deterjen)
Tabel 2.1
Daerah Aliran
Sungai (DAS) di Kabupaten Bekasi
No
|
DAS
|
Luas
|
Debit (m3/dtk)
|
1
|
CBL
|
842,5 m3/dtk
|
|
2
|
Ciherang
|
216 m3/dtk
|
|
3
|
Citarum
|
2342,5 m3/dtk
|
|
4
|
Bekasi
|
410 m3/dtk
|
Sumber : Kegiatan Survei dan Pendataan DAS di
Kabupaten Bekasi, Bappeda, 2011
Wilayah Yang Dipengaruhi Oleh Pasang Surut
Wilayah
pantai utara Kabupaten Bekasi terdiri dari Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya,
dan Babelan. Wilayah ini sering mengalami banjir pasang surut (rob). Kecamatan
Babelan termasuk salah satu kecamatan yang cukup berkembang hl ini dikarenakan
letaknya yang berbatasan dengan DKI Jakarta, sedangkan Kecamatan Muaragembong
lebih didominasi penggunaan lahannya untuk tambak dan mangrove.
KUALITAS AIR SUNGAI
Berdasarkan Laporan Basis
Data Lingkungan Lidup Kabupaten Bekasi Tahun 2012 yang dilakukan oleh BPLHD Kabupaten
Bekasi, dilakukan pengambilan sampel air di
36 titik (Tabel dibawah ini) dari 18 sungai yang mengalir dilaksanakan
pada bulan September 2012.
Hasilnya analisa kualitas air
permukaan/sungai dibanding dengan Baku Mutu yang diinginkan berdasarkan
Peraturan No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
pencemaran Air dengan klasifikasimsebagai berikut :
1. Kelas 1 air yang diperuntukan
digunakan untuk air baku air minum.
2. Kelas 2 air yang diperuntukannya
dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air
tawar, peternakan, mengairi pertanaman.
3. Kelas 3, air yang
diperuntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan,
pentanaman.
4. Kelas 4 ar yang peruntukannya
untuk mengairi pertanaman
LOKASI PENGAMBILAN
SAMPEL AIR SUNGAI
|
|||||
No
|
Titik
|
Sungai
|
Lokasi Pengambialn
Sanpel
|
Kelas/Gol
|
|
1
|
1
|
S. Cipamingkis hulu
|
S
06◦26.482" E107◦09.183"
|
2
|
|
2
|
2
|
S. Cipamingkis hilir
|
S
06◦22.628" E107◦12.347"
|
2
|
|
3
|
3
|
S.Citeet hulu
|
S
06◦29.150" E 107◦10.443"
|
2
|
|
4
|
4
|
S.Citeet hilir
|
S
06◦22.606" E107◦10.372"
|
2
|
|
5
|
5
|
S.Sasak Jarang hulu
|
S
06◦15.642.1" E107◦01.158.9"
|
2
|
|
6
|
6
|
S.Sasak Jarang hilir
|
S 06◦15'05.3"
E 107◦01'48.7"
|
2
|
|
7
|
7
|
S.Menir hulu
|
S.06◦15'47.8" E107◦01.30.5"
|
2
|
|
8
|
8
|
S.Menir hilir
|
S
06◦15'14.1" E107◦02'01.4"
|
2
|
|
9
|
9
|
S.Jambe hulu
|
S
06◦16'03.2" E107◦02'12.0"
|
2
|
|
10
|
10
|
S.Jambe hilir
|
S
06◦15'32.6" E107◦03'04.4"
|
2
|
|
11
|
11
|
S.Jaeran hulu
|
S
06◦16'42.2" E107◦04'22.9"
|
2
|
|
12
|
12
|
S.Jaeran hilir
|
S
06◦15'55.1" E107◦04'24.3"
|
2
|
|
13
|
13
|
S.Bekasi hulu
|
S
06◦12'44.9" E107◦02'01.6"
|
2
|
|
14
|
14
|
S.Bekasi hilir
|
S
06◦07'40.0" E107◦03'33.4"
|
2
|
|
15
|
15
|
S.Cikarang hulu
|
S
06◦17'28.6" E107◦01'07.1"
|
2
|
|
16
|
16
|
S.Cikarang hilir
|
S
06◦07'42.3" E107◦03'37.6"
|
2
|
|
17
|
17
|
S.Cilemah Abang hulu
|
S
06◦20'43.8" E107◦01'07.1"
|
2
|
|
18
|
18
|
S.Cilemah Abang hilir
|
S
06◦16'34.5" E107◦10'39.1"
|
2
|
|
19
|
19
|
S.Hulu chulu hulu
|
S
06◦18'44.12" E107◦08'00.7"
|
2
|
|
20
|
20
|
S.Hulu chulu hilir
|
S
06◦13'11.0" E107◦11'41.8"
|
2
|
|
21
|
21
|
S.Cikedokan Hulu
|
S
06◦17'54.1" E107◦05'44.5"
|
2
|
|
Sumber : BPLHD
Kab.Bekasi, 2013
|
|||||
Masing-masing sungai terdiri dari 2 titik hulu dan
hilir sungai, sungai yang diperuntukan kelas 2, pamantauan dilakukan pada tahun
2011 dan bulan September 2012.
Kualitas fisik sungai rata-rata masih baik dihulu
maupun dihilir. Kualitas kimia dihilir sungai terjadi peningkatan jumlah BOD
dan COD dihilir kualitas menjadi buruk, terdapat nilai deterjen yang melebihi
baku mutu, seperti diketahui adanya deterjen dapat menyebabkan iritasi kulit
dan menurunkann kadar oksigen yang mmenyebabkan matinya ikan, bila sisa benzene
bereaksi dengan klor (air minum) menghasilkan klorobenzena yang berbahaya bagi
makhluk hidup dan adanya busa menyebabnya berkurangnya kontak air dengan udara
menyebabkan nilai DO bisa turun dan banyak sampah. Kualitas biologi tidak
melebihi baku mutu perairan ,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar