Rabu, 18 November 2015

5 peran suami di masa kehamilan

5 peran suami di masa kehamilan
Kehamilan adalah masa yang penuh beban fisik dan mental bagi wanita. Secara fisik dia mengalami perubahan dahsyat di tubuhnya karena harus mendukung perkembangan janin dari hanya seukuran ujung jarum menjadi bayi sempurna berbobot sekitar 3 kg dalam 9 bulan. Dia juga harus mengubah gaya hidup, mempelajari dan memikirkan banyak hal pada saat bersamaan. Dia harus mempelajari semua hal yang dapat membahayakan janinnya dan mungkin cemas dengan apa yang dapat terjadi pada bayi dan dirinya.Anda tidak boleh menganggap enteng tekanan dan beban yang dialami istri Anda saat hamil. Anda perlu berempati dan siap membantu dengan cara apapun yang Anda bisa. Seorang suami yang tidak mendampingi istrinya atau terlalu sibuk untuk peduli di masa-masa penting ini akan kehilangan kesempatan emas untuk menunjukkan cinta dan dukungannya kepada istri dan buah hatinya.Apa yang bisa Anda lakukan untuk mendukung istri Anda yang sedang hamil?1. Curahkan perhatianPria tidak memerlukan perhatian sebanyak wanita. Akibatnya, mereka sering tidak menyadari bahwa wanita memiliki kebutuhan lebih banyak untuk diperhatikan, apalagi di masa kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa seorang wanita yang jarang disentuh atau tidak dipedulikan secara emosional akan mengembangkan depresi, rasa rendah diri dan kurang percaya diri. Istilah “jablai” (jarang dibelai) yang bernada olok-olok itu ada benarnya. Istri yang “jablai” dapat mengembangkan kondisi emosi negatif yang berpengaruh terhadap janin dan hubungan rumah tangga di masa depan.Untuk menunjukkan perhatian Anda, jadilah pengamat aktif. Perhatikan perubahan-perubahan bersamanya. Amati tendangan bayi Anda. Bacakan atau perdengarkan lantunan ayat-ayat suci ketika bayi Anda sudah bisa mendengar (bayi mulai dapat mendengar sejak usia 20 minggu). Bicarakan perasaan Anda dengan istri Anda dan dengarkan apakah dia memiliki perasaan yang sama. Ketahuilah bagaimana bayi Anda tumbuh di dalam rahim dengan mengunjungi situs-situs kesehatan atau membeli buku-buku kehamilan dan melahirkan. Berbicaralah dan cium bayi di dalam perut istri Anda seolah-olah dia sudah berada di gendongannya.2. Jadilah suami SIAGAYa, seperti jargon kampanye kesehatan pemerintah itu, Anda harus “siap mengantar dan menjaga” istri Anda di sepanjang masa kehamilan sampai melahirkan. Kurangilah beban kerja di kantor agar Anda memiliki lebih banyak waktu di rumah bersama istri Anda. Usahakan untuk selalu mendampingi istri Anda dalam semua kunjungan pemeriksaan kehamilan ke bidan atau dokter.Jangan hanya diam di sana, tanyakan setidaknya satu pertanyaan. Jangan mengkritik istri Anda di depan orang banyak, misalnya karena dia makan sayuran terlalu sedikit atau tidak disiplin minum suplemen vitamin. Selama kunjungan kehamilan pada akhir trimester pertama (1-3 bulan kehamilan), Anda bisa mendengar detak jantung bayi. Di kunjungan trimester kedua (4-6 bulan), dalam pemeriksaan USG Anda dapat melihat kepala, tangan dan kaki bayi Anda. Anda bahkan dapat mengetahui jenis kelamin bayi Anda. Pada kunjungan trimester ketiga (7-9 bulan), tanyakan kepada bidan atau dokter bagaimana Anda bisa membantu selama proses melahirkan. Anda mungkin dapat mendampingi istri Anda di ruang persalinan selama proses melahirkan.
3. Jaga kesehatan istri AndaBantulah istri Anda tetap sehat selama kehamilan. Dukung dia untuk menciptakan gaya hidup sehat di masa kehamilan dan menghindari bahaya di tempat kerja dan rumah tangga. Bila Anda merokok, inilah saatnya untuk berhenti merokok. Asap rokok tidak baik untuk wanita hamil dan bayi. Dampingi dia mengatasi keluhan di masa kehamilan seperti “morning sickness”, sakit kepala dan sejenisnya. Sesekali, pijat-pijatlah punggungnya yang mungkin terasa pegal (dengan balsem bila perlu). Pastikan bahwa istri Anda makan dengan baik. Tuangkan gelas air tambahan untuk dia minum. Ajaklah dia untuk pergi keluar dan berjalan atau olahraga lainnya setengah jam setiap hari.
4. Layani istri AndaTemani istri Anda berbelanja untuk mencari aksesoris dan kebutuhan bayi lainnya. Bersabarlah bila dia terlalu lama memilih-milih belanjaan atau menanyakan aneka pilihan yang menurut Anda “tidak penting”. Wanita memang suka berbelanja! Bawakan tasnya, bahkan jika tidak terlalu berat, untuk menciptakan suasana kebersamaan dan penuh perhatian. Tawarkan diri untuk memasak dan membersihkan rumah saat dia lelah. Hal-hal seperti itu akan membuatnya merasa bisa mengandalkan Anda dalam segala situasi dan akan meningkatkan semangat dan rasa cintanya pada Anda.Tetaplah melakukan hubungan seks jika Anda berdua ingin melakukannya. Selama dokter mengatakan tidak apa-apa, hubungan seks tidak berbahaya untuk kehamilan. Istri Anda mungkin ingin melakukannya lebih sering atau kurang sering daripada sebelum dia hamil. Hasrat seksualnya dapat berubah sejalan dengan perubahan tubuhnya.
5. Bicarakan rencana-rencanaBicarakan dengan istri Anda apa yang Anda inginkan mengenai bayi Anda. Tentukan di mana bayi Anda akan tidur dan lakukan perubahan di rumah Anda untuk menyambut sang bayi. Jika Anda khawatir tidak memiliki cukup uang, tips berikut dapat membantu Anda:§  Tanyakan kepada anggota keluarga dan teman-teman apakah Anda dapat meminjam tempat tidur, kereta dorong, gendongan, selimut, popok dan pakaian bayi. Mungkin di antara mereka ada yang anaknya sudah besar dan tidak berencana untuk memiliki anak lagi sehingga dengan senang hati meminjamkan barang-barang itu kepada Anda.
§  Kunjungi toko-toko barang bekas. Mereka mungkin ada yang menyediakan perlengkapan bayi dengan kondisi bagus dan harga murah.
Diskusikan nama yang akan diberikan padanya. Nama adalah hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada anak kita. Pilihlah nama terbaik yang dapat Anda temukan dan sepakati.Makanan yg harus dihindari ibu hamilMemakan makanan berkualitas rendah–atau apa yang umumnya disebut junk food–seperti donat, kentang goreng, coklat, dan permen benar-benar harus dihindari selama kehamilan.Peneliti Stephanie Bayol dan Neil Stickland dari Royal Veterinary College di London telah melakukan studi yang menunjukkan bahwa kualitas makanan yang rendah selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada anak. Pola makan ibu berpengaruh besar pada bayi yang belum lahir. Diet kualitas rendah dapat menyebabkan masalah kolesterol, trigliserida dan kadar glukosa darah pada anak-anak, bahkan jika setelah dilahirkan mereka diberi makan secara lebih sehat.Dengan melakukan penelitian pada tikus, para peneliti itu menemukan bahwa jika ibu diberi makanan tidak sehat, anak-anaknya pada saat dewasa akan menunjukkan preferensi untuk makanan tersebut. Dietjunk food (makanan sampah) di masa kehamilan tidak hanya memberikan nutrisi yang buruk ke janin, tapi juga menanamkan benih masalah jangka panjang padanya.Selama studi itu juga diamati bahwa tikus yang lahir dari ibu yang bergizi tidak seimbang menunjukkan masalah khas yang disebabkan oleh gizi buruk yaitu penimbunan lemak di sekitar organ, faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan diabetes tipe 2. Selain itu, tikus terus memiliki masalah kolesterol dan trigliserida, kegemukan dan tanda-tanda resistensi insulin, meskipun setelah lahir diberi makan dengan benar.
“Dalam masyarakat Barat, proporsi anak-anak obesitas meningkat. Obesitas anak berkaitan dengan berbagai gangguan, termasuk penyakit jantung, artritis dan diabetes tipe-2 yang muncul lebih awal, yang sangat memengaruhi kualitas kehidupan seseorang,” kata Profesor Neil Stickland.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang sehat harus dimulai sejak masih janin, jauh sebelum anak-anak mencapai usia sekolah. Para calon ibu perlu menyadari bahwa kehamilan bukanlah waktu untuk memanjakan diri dengan makanan yang manis-manis dan berlemak buruk dalam jumlah besar. Mengkonsumsi junk food saat hamil dan menyusui dapat menyebabkan kerusakan permanen pada anak-anak dan bisa menyebabkan mereka mendapatkan obesitas dan diabetes onset awal.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar